Wednesday, 25 February 2015

3 Ban Futuristik Hankook

Bekerja sama dengan Universitas Desain, Teknik, dan Bisnis di Pforzheim, produsen ban Hankook Tire memperkenalkan Boostrac, Alpike dan Hyblade. Ban futuristik ini diklaim sanggup mengatasi berbagai perubahan iklim.

Dengan menggunakan 3 ban ini, mobil mampu beradaptasi dengan perubahan iklim seperti di gurun pasir, salju tebal, dan hujan lebat.

Boostrac memiliki tapak dengan blok berbentuk heksagonal yang bisa berubah menjadi lebih lebar, sehingga menghasilkan kinerja traksi yang maksimal – khususnya pada kondisi jalan yang curam dan berat, seperti; gurun pasir dan jalanan di pegunungan. 

Alpike dirancang memiliki mode lingkar ban yang dapat membesar,sehingga jarak antara bodi kendaraan dan permukaan jalan akan semakin jauh, optimal dan cocok untuk kondisi jalan bersalju tebal. Selain itu, tapak dan jarak antar tread yang terjadi karena ban yang membesar akan meningkatkan traksi pada jalan bersalju dan berlapis es tipis. 

HyBlade dirancang untuk memberikan solusi yang optimal saat menghadapihujan deras – dilengkapi dengan tapak dengan saluran air air dan sisi jari-jari yang membuat performa ban maksimal disaat hujan deras.

"Ketiga konsep tersebut diperkenalkan dan dipamerkan di Essen Motors Show 2014 di Jerman, salah satu ajang pameran otomotif dan modifikasi terbesar di dunia," tulis Hankook dalam pernyataannya, Senin (29/12/2014).

Friday, 20 February 2015

Ini Tampang Hypercar Hybrid dari BMW

Kabar mengenai BMW tengah mempersiapkan hypercar hybrid sudah terdengar sejak beberapa waktu lalu. Hypercar itu diberi nama i9 yang rencananya akan diluncurkan BMW pada tahun 2016 mendatang atau saat BMW menginjak usia ke-100 tahun.

Dilansir laman Worldcarfans dari BMWblog.com, Senin (29/12/2014) tampilannya mulai terkuak melalui gambar-gambar render digital. 

Dari gambar yang tersebar bisa dilihat BMW i9 itu memiliki tampang yang futuristik bahkan dibandingkan dengan i8, hypercar i9 memiliki desain yang cukup liar.

Kabarnya, hypercar hybrid penantang Ferrari LaFerrari, Porsche 918 Spyder dan McLaren P1 ini sumber tenagangnya akan diambil berdasarkan BMW i8.

Tapi kalau BMW i8 dibekali mesin 1.5 liter 3 silinder turbocharged, dan motor listrik, jantung pacu i9 akan menggendong mesin 3.0-liter, 6 silinder.

Mesin tersebut dikawinkan degan motor listrik yang lebih besar sehingga mampu memberikan kontribusi tenaga yang lebih besar ketimbang i8. Sehingga, untuk berakselerasi 0-100 km/jam harus mencapai kurang dari 4 detik.

Sunday, 15 February 2015

Mirage dengan Tampang Baru Diluncurkan Bulan Depan, Mitsubishi?

Mitsubishi Mirage pertama kali diluncurkan di pasar otomotif nasional pada tahun 2012. Sampai saat ini, city car andalan PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sudah 2 tahun melanglang buana di jalanan Indonesia.

Rumor KTB akan melakukan penyegaran pada Mirage ini sudah santer terdengar. Bahkan, kabar terbarunya Mirage dengan tampang terbaru itu akan diluncurkan pada 19 Januari tahun 2015 mendatang.

"Pokoknya awal tahun depan kita akan melakukan facelift untuk Mirage," elak Head of Public Relation Mitsubishi Motor Corporation PT KTB, Intan Vidiasari kepada detikOto melalui pesan singkatnya, Senin (29/12/2014).

Wanita yang akrab dengan sebutan Intan itu menambahkan, dalam fecelift kali ini, Mirage akan terlihat jauh lebih sporty dibandingkan dengan model sebelumnya.

Ia mengatakan, KTB akan memfokuskan facelift Mirage ini pada sektor eksterior dan interior. Tapi akan condong lebih banyak ke sisi eksterior.

"Fokusnya luar dan dalam, tapi eksterior yang akan lebih banyak," katanya sambil memberikan ikon senyum.

Intan juga memastikan akan ada penambahan varian pada Mirage. Penambahan varian itu yang akan membuat Mirage tampil sangat sporty.

"Pokoknya lihat saja nanti, awal tahun depan kita akan meluncurkan versi yang baru untuk Mirage," tuntasnya.

Tuesday, 10 February 2015

Penerus Mobil Tercepat Bugatti Veyron Tengah Dipersiapkan

Pabrikan mobil super mewah asal Prancis, Bugatti, bersiap-siap mengembangkan pengganti mobil tercepat sejagat buatannya, Bugatti Veyron. Mobil anyar yang bakal dinamai Chiron itu bakal lebih dahsyat seiring hadirnya mobil serupa buatan Amerika, Venom F5.

Seperti dilansir Worldcarfans, Senin (29/12/2014) Presiden Bugatti Wolfgang Durheimer kepada majalah otomotif CAR mengatakan, pihaknya saat ini mulai bersiap untuk pengembangan Chiron.

Memang, 450 unit Bugatti Veyron yang dibuat pabrikan itu belum semuanya terjual. "Delapan unit masih tersisa," kata Durheimer.

Kini, tak heran bila pabrikan itu tengah berupaya untuk menghasilkan Bugatti Veyron edisi terakhir. Maklum, hal itu perlu dilakukan guna menggenjot penjualan unit yang tersisa.

Sementara Chiron, dikabarkan mulai digarap akhir 2015, yakni setelah produksi edisi terakhir Veyron rampung. Namun tidak disebut spesifikasi teknis Chiron.

Meski begitu, sekadar perbandingan, Venom F5 yang disebut menjadi pesaing terberat mobil itu bertenaga 1.400 bhp. Bahkan mobil itu diklaim mampu melesat hingga 466,71 km/jam.

Thursday, 5 February 2015

Roadster Buatan Tesla Bakal Lebih Jauh Lagi Jelajahnya

Produsen mobil listrik Amerika Tesla membocorkan sedikit detail mengenai Roadster mereka yang lahir kembali. Mobil sport listrik itu akan lebih jauh lagi jarak jangkaunya.

Sebelumnya, Roadster Tesla hanya mampu menjangkau sejauh 245 mil atau 400 km. Aspek yang paling mungkin diperbaiki adalah peningkatan kapasitas baterai.

Diperkirakan, upgrade baterai itu mengambil teknologi dari lineup Tesla Model S yang membuat Roadster akan menempuh jarak 643 km. Atau naik dua pertiga dari sebelumnya.

Sayangnya, kapan mobil super ini akan menggantikan Roadster lama masih belum pasti. Tesla masih belum memberikan rincian tentang performa mobil maupun jadwal produksinya.


Namun seperti dilansir dari Reuters, Tesla akan mendemonstrasikan kehandalan Roadster terbaru dalam sebuah event di awal tahun 2015 dengan mengendarai mobil dari San Francisco menuju Los Angeles.

Roadster selama ini sudah dihentikan produksinya oleh Tesla tiga tahun lalu. Tesla saat itu memutuskan untuk fokus pada sedan canggih Model S.

Sunday, 25 January 2015

30 Persen Konsumen Moge Triumph Beli Sambil Nyicil

PT Triumph Motorcycle Indonesia menyediakan fasilitas pembelian motor gede Triumph secara kredit. Sejak meluncurkan 12 varian Triumph pada September lalu, Triumph Indonesia telah melego 250 unit motor dan sekitar 30 persen di antaranya dibeli secara kredit.

"Kami juga menyediakan layanan kredit untuk menggenjot penjualan,” tutur Managing Director Triumph Indonesia, Paulus Suranto, kepada detikOto, beberapa waktu lalu.

Menurut Paulus, potensi pasar motor gede di Indonesia sangat besar. Soalnya dengan jumlah pembeli potensial yakni individu dengan kemampuan anggaran belanja kebutuhan tersier US$ 20.000, mencapai 50 juta orang, pasar Indonesia masih sangat terbuka. Dia berharap fasilitas kredit bisa menarik minat banyak calon pembeli.

"Tetapi banyak juga yang tidak masuk dalam daftar itu, tetapi juga memiliki potensi pembelian yang tinggi dengan cara mengangsur juga banyak," paparnya.

Triumph Indonesia mematok target bisa menembus 10 persen lebih pangsa pasar moge di Tanah Air. Saat ini pasar moge di Indonesia mencapai 3.500 – 4.000 unit.

Untuk menyediakan paket penjualan secara kredit Triumph Indonesia bekerjasama dengan Mandiri Tunas Finance dan Oto Multiartha Finance.

Tuesday, 20 January 2015

Kini, Teknologi HUD Juga Digunakan di Motor

Teknologi Heads Up Display (HUD) kini tak hanya digunakan di mobil saja, tetapi juga akan dipakai di kendaraan bermotor roda dua. Penggunaan teknologi HUD di helm itu diyakini akan meningkatkan konsentrasi pengendara, sehingga berkendara pun lebih aman.

Seperti diwartakan Forbes, Senin (29/12/2014), adalah Bikesystems, sebuah perusahaan asal Inggris yang telah mengembangkan teknologi HUD untuk sepeda motor itu. Pabrikan itu mengklaim teknologi HUD di helm, merupakan yang pertama di dunia. Soalnya, perusahaan pesaing baru akan merilisnya pada 2015.

Pada dasarnya, sistem HUD yang dipasang di helm itu bisa meningkatkan keselamatan. Sebab, pengendara tidak harus memecah konsentrasi dan penglihatan jika melirik panel instrumen pada motor. 
Selain itu, teknologi ini juga menggabungkan fitur tambahan seperti kamera belakang, sistem kamera untuk memberikan peringatan kecepatan dan GPS. Sistem yang akan menampilkan informasi di kaca helm ini tidak memerlukan baut, lem maupun metode pemantekan lainnya yang bisa mempengaruhi fungsi helm.

Managing Director Bikesystems Dave Vout mengatakan, hal itulah yang membuat pesaingnya belum mampu menghasilkan fitur yang dapat digunakan. Menurutnya, mereka kurang memperkirakan jumlah pekerjaan dan waktu yang dibutuhkan.

"Bikesystems layaknya gunung es. Pada saat kami harus mulai menjual, ada empat tahun penelitian dan uji coba lapangan yang harus dilakukan," tambahnya.

Untuk menampilkan informasinya, fitur HUD akan menyesuaikan warna tampilannya. Jika cahaya di luar cerah, maka tampilan huruf dan gambar pada informasi memiliki warna yang kontras dengan cahaya.

"Ada potensi yang serius untuk gangguan ketika Anda meletakkan sesuatu yang begitu dekat dengan mata Anda. Jadi kami menghabiskan banyak waktu untuk memastikan itu menampilkan apa yang Anda inginkan pada saat yang tepat," kata Vout.